Kami Kembali!

Ketika peluit akhir babak kedua perpanjangan waktu berbunyi, ketegangan begitu tampak pada dua pendukung tim yang melakukan pertandingan playoff promosi-degradasi Liga Super Indonesia. Masing-masing suporter baik dari kubu Persebaya Surabaya dan PSMS Medan berharap bahwa tim kebanggaan mereka memperoleh kemenangan di pertandingan yang seolah menjadi final ini.

Pertandingan play off ini memerebutkan satu tiket tersisa bagi tim yang akan bertanding di Liga Super Indonesia setelah 17 tim lain telah menempatkan diri di kasta tertinggi liga sepakbola Indonesia.

Bagi Persebaya, kemenangan menjadi harga mati untuk kembali mengantarkan mereka ke pentas ISL (Indonesian Super League) setelah satu tahun tergusur ke kasta kedua, Divisi Utama.

Sementara bagi PSMS pertandingan ini wajib dimenangkan untuk menjaga nama besarnya dalam persepakbolaan tanah air. Selama ini klub berjuluk ayam kinantan ini memang termasuk dalam beberapa klub elit Indonesia.

Pertandingan yang dilangsungkan di stadion Siliwangi Bandung ini berakhir 1-1 pada waktu normal dan kedudukan akhir tidak berubah setelah peluit panjang babak perpanjangan. Akhirnya pemenang harus diputuskan lewat tendangan adu pinalti.

Dua eksekutor PSMS dan satu eksekutor Persebaya gagal memasukkan pinalti dan membuat Persebaya Surabaya memperoleh tiket terakhir menembus Liga Super musim depan… Dan PSMS harus menang… menangis tersedu meratapi kekalahan tragis ini…..

persebaya-lolos

Alhamdulillah….. We are back on ISL! Kami kembali rek!

Bisa Dibeli dengan Uang

Semua tim pasti ingin menjadi yang terbaik dalam setiap ajang yang diikutinya. Termasuk Real Madrid, tim tangguh dengan gelontoran uang yang seperti tak pernah habis dalam usahanya menjadikan tim yang bermarkas di Stadion Santiago Bernabeu menjadi tim yang dipenuhi bintang sepakbola terbaik masa kini.

Lihat saja bagaimana tim asal ibukota Spanyol ini berburu pemain top dari berbagai liga dunia. Meskipun harga yang dipatok oleh tim yang menjual pemain tersebut terbilang lumayan tinggi, tetapi usaha demi usaha untuk mendapat pemain tetap dijalankan.

Liga Italia, Liga Inggris dan liga-liga top eropa lainnya dijelajahi untuk menyortir pemain-pemain berkualitas yang akan direkrut untuk berbaju putih Madrid. Kaka, mantan pemain terbaik dunia itu pun telah takluk bersimpuh di hadapan gelimangan pundi-pundi Euro Madrid dan berpaling dari klub yang telah membesarkannya, AC Milan. Cristiano Ronaldo dan sederet pemain top lainnya menjadi incaran berikutnya.

Hm.. Sepertinya semua bisa dibeli dengan uang. Kedigdayaan, kejayaan, dan piala-piala itu bisa dibeli dengan uang yang entah darimana mengalir tanpa henti itu…. Well, kita lihat saja di musim depan. Apakah prestasi Madrid berbanding lurus dengan pengeluaran yang telah dikorbankan di bursa transfer musim ini….?

Real Madrid… Sebuah surga uang buat pemain top!

Tanpa Gelar

Tahun ini nyaris di semua kompetisi liga elit dunia semua jagoan saya tidak berhasil menjadi jawara di banyak laga yang mereka ikuti hiks….

Mulai dari liga Italia, dimana AS Roma terpuruk dan tak mampu menggapai tiket Liga Champions. Penampilan inkonsisten selalu ditunjukkan serigala dari Roma ini. Menang melawan tim elit, tapi malah kadang kalah melawan tim kroco… Haks…

Liga Inggris, Arsenal yang hanya mampu menyamai prestasi tahun sebelumnya di peringkat empat klasemen. Dipecundangi Manchester United di dua ajang, Liga Premier dan Liga Champion…. Setali tiga uang dengan AS Roma, penampilan Arsenal jauh dari konsisten. Banyaknya pemain muda yang kurang kompak dan mental yang labil serta seringnya cedera menghampiri pemain Arsenal mungkin menjadi jawaban atas ketidakstabilan permainan mereka. Hmm…

Hiks.. Semoga tahun depan lebih baik…! Amin….

Asa AS Roma

Ah kalah lagi.. Saat asa memburu posisi aman di zona Champion mulai terbuka lebar, AS Roma malah sering kalah daripada menangnya. Akibatnya posisi di klasemen kembali jatuh ke peringkat ke enam… Hm… Sedih…

Perjuangan untuk tetap menjadi yang terbaik di kota Roma harus berakhir pahit saat bertemu dengan musuh abadi satu kota, Lazio di Stadion Olimpico. Kekalahan menyesakkan 2-4 dan dua kartu merah menjadi noda merah dalam perjalanan menggapai satu tiket Liga Champion musim depan… Huhuhu….

Tapi harus tetap fair juga yak… Selamat buat Lazio.. Totti aja ngasih jabat hangat kok… Oke?